Paket Sewa Mobil Semarang : 3 Lokasi Wisata Semarang Pilihan “Portal Wisata Indonesia”

Candi Gedong Songo (Instagram: @joya1624)

Candi Gedong Songo (Instagram: @joya1624)

Banyak sekali layanan Sewa Mobil Semarang. Kota Semarang sebagai ibu kota Provinsi Jawa Tengah tercatat sebagai kota metropolitan peringkat kelima. Keempat kota metropolitan lainnya adalah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan.

Semarang mempunyai kelebihan dari topografi wilayahnya yang beragam sehingga memiliki banyak lokasi wisata. Kota ini seolah-olah memiliki sejuta julukan karena beragamnya tempat wisata yang tidak pernah membuat wisatawan bosan, termasuk di antaranya julukan Kota Atlas, Kota Lumpia, Semarang Pesona Asia, Venitie van Java, dan The Port of Java.

Berikut ini tiga lokasi wisata yang bisa di akses dengan sewa mobil semarang dan sekitarnya pilihan “Portal Wisata Indonesia” yang dapat diakses dengan sewa mobil semarang:

  1. Alun-alun Simpang Lima Semarang

Simpang Lima adalah sebuah pertemuan dari lima jalan protokol yang ada di Kota Semarang. Kelima jalan itu adalah Jalan Gajah Mada, Jalan Pahlawan, Jalan Pandanaran, Jalan Ahmad Dahlan, dan Jalan Ahmad Yani. Karena arus lalu lintas daerah ini sangat ramai, area Simpang Lima kini menjadi pusat wisata kuliner, pusat wisata perbelanjaan, dan pusat akomodasi wisata.

Dikenal juga dengan sebutan Lapangan Pancasila, Simpang Lima merupakan pusat rekreasi favorit warga Semarnag. Tiap Minggu Pagi, Simpang Lima hanya dilewati oleh pejalan kaki dan pesepeda.

  1. Candi Gedong Songo

Bukit Ungaran di Kabupaten Semarang adalah tempat kompleks Candi Gedong Songo didirikan. Dalam bahasa Jawa, Gedong Songo berarti sembilan bangunan. Kompleks candi yang dibangun pada abad kesembilan (tahun 927 Masehi) ini memang terdiri dari sembilan candi yang tersebar di wilayah lereng bukit Ungaran.

Ketinggian tempat candi-candi ini ditemukan adalah sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut. Keadaan itu membuat daerah sekitar candi cukup dingin. Candi juga sering diselimuti kabut tebal sehingga tidak bisa dilihat dari kejauhan.

Menurut catatan sejarah, Candi Gedong Songo ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles ketika menjadi gubernur yang berkuasa di Indonesia. Candi ini adalah buatan Wangsa Syailendra yang mempunyai kepercayaan Hindu.

Candi Gedong Songo bisa dijelajahi dengan jalan kaki atau naik kuda. Disediakan dua jalur yang memiliki pemandangan berbeda. Di dekat Candi Gedong III dan Candi Gedong IV, terdapat kepunden gunung yang menjadi sumber air panas. Kandungan belerang yang cukup tinggi dipercaya bisa untuk menyembuhkan penyakit kulit.

  1. Curug Tujuh Bidadari

Air Terjun 7 Bidadari terletak di Desa Keseneng, Sumowono, Semarang. Nama tersebut berarti di tempat ini ada tujuh air terjun berukuran berbeda.
Curug 7 Bidadari sangat jernih. Aliran airnya pun sangat deras. Sumber air terjun ini berasal dari mata air Gunung Ungaran.

Wisata alam air terjun ini mulai dikembangkan secara swadaya sejak 4 Februari 2010. Ketujuh air terjun membentuk tujuh kolam alami sebagai tempat penampungan air terjun.

Lokasi menarik di sekitar air terjun adalah sebuah sumur tua yang disebut-sebut sebagai sumber awet muda. Lalu ada Kedung Muning, curug lain yang mempunyai dua tingkatan air. Aliran air Kedung Muning bertemu dengan Curug 7 Bidadari di suatu titik.

Sebuah lokasi wisata lainnya yang masih dalam kompleks wisata Curug 7 Bidadari adalah Kedung Wali. Sama seperti sumur tua yang sudah diceritakan, air Kedung Wali dianggap bisa membuat seseorang awet muda.

Manfaatkan kemudahan menyewa mobil langsung dari perangkat Android Anda dengan mengunduh aplikasi sewa mobil Solo Jogja Semarang DOcar di GooglePlay tanpa dikenai biaya!

Pasar Beringharjo, Pasar Tertua dan Terlengkap di Yogyakarta

Pasar Beringharjo (Instagram: @noviannuliangga)

Pasar Beringharjo (Instagram: @noviannuliangga)

Pasar Beringharjo merupakan salah satu pasar tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta yang paling terkenal. Keberadaannya di kawasan Malioboro membuat pasar ini sering disambangi wisatawan. Pasar ini telah beratus-ratus tahun menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat Jogja. Karena itulah, pasar ini kaya akan sejarah dan filosofi.

Beringharjo adalah salah satu pilar Catur Tunggal yang melambangkan fungsi ekonomi. Dulunya, kawasan pasar ini adalah hutan beringin. Pada tahun 1758, beberapa saat setelah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berdiri, kawasan tersebut dijadikan tempat transaksi jual beli oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya.

Kegiatan ekonomi di tempat tersebut baru mendapatkan tempat permanen pada tahun 1925. Hamengku Buwono IX memberi nama Beringharjo kepada tempat tersebut dengan harapan tempat tersebut bisa mendatangkan kesejahteraan (Bering= beringin, Harjo= kesejahteraan).

Lapak pedagang jajanan tradisional ada di bagian depan, bagian belakang bangunan pasar sebelah barat, dan bagian selatan. Jajanan yang dijual di sini antara lain krasikan, brem bulat, bakpia isi kacang hijau, hung kwe, nagasari, dan ting-ting.

Sementara itu, beragam koleksi batik bisa ditemui di pasar bagian dalam. Batik dari berbagai bahan mulai dari katun hingga sutra tersedia di sini. Harga yang ditawarkan pun beragam sesuai dengan desain dan materi pembuatnya, mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Selain pakaian batik, pedagang juga menjual sarung tenun, baju surjan, blangkon, tas, dan sepatu.

Bagian timur pasar didominasi oleh pelapak jamu tradisional. Jamu yang sering laku adalah kunyit asam dan temulawak. Rempah-rempah seperti jahe dan kayu putih pun bisa dibeli secara terpisah.

Jika ingin membeli barang antik, datang saja ke lantai tiga bagian timur Pasar Beringharjo. Selain barang antik seperti mesin tik buatan tahun 1960-an, pembeli bisa mendapatkan barang bekas impor dengan harga jauh lebih murah daripada harga pasaran.

Dekat dengan Pasar Beringharjo, ada sebuah kawasan kediaman warga Tionghoa. Kampung Pecinan ini adalah tempat berburu kaset dan kerajinan logam patung Budha. Ada pula pusat jual beli uang lama dari berbagai negara.

Pasar Beringharjo tutup pukul 17.00 WIB. Namun, bagian luar pasar tidak pernah sepi dari penjaja barang dan pengunjung. Malam-malam pun, pengunjung bisa bersantai mendengarkan klangenan sambil makan-makan. Selalu menyenangkan kembali ke Pasar Beringharjo untuk bernostalgia.

Sewa mobil jogja ke 5 Tempat Wisata Jogja Paling Mengesankan

Malioboro (Instagram: @lukman_nurcholis)

Malioboro (Instagram: @lukman_nurcholis)

Harga yang terjangkau membuat layanan Sewa mobil jogja sangat di minati oleh wisatawan. Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi di Pulau Jawa yang mempunyai sejarah penting dalam kemerdekaan Indonesia. Kota Jogja pernah menjadi ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada tanggal 4 Januari 1946. Pemindahan ibukota ini diawali dengan keadaan Jakarta yang sudah genting karena penjajah Belanda kembali datang ke Indonesia dengan membonceng Sekutu.

Presiden Soekarno yang menerima tawaran dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX ternyata memiliki alasan sendiri mengapa memilih Jogja sebagai ibukota darurat. Kota Jogja dinilai sebagai kota yang paling siap menerima kemerdekaan Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan Jogja sebagai tempat menyiarkan kemerdekaan Indonesia melalui Masjid Gedhe Kauman, sesaat setelah diproklamasikan di Jakarta.

Sejarah politik Jogja sudah terasa penting sejak jaman Kerajaan Mataram Islam. Jogja adalah tempat Kerajaan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Dua tempat ini menyumbang sejarah di bidang politik, sosial, budaya, arsitektur, dll.

Letak Jogja yang berada di Pantai Selatan Jawa dan di lereng Gunung Merapi-Merbabu juga membuat Jogja mempunyai banyak keadaan geografis seperti laut, pegunungan, lembah, dll. Keadaan geografis yang bermacam-macam ini menyumbang lokasi wisata alam yang sangat beragam.

Berikut ini lima tempat wisata yang bisa di akses dengan sewa mobil Jogja paling berkesan menurut Portal Wisata Indonesia:

  1. Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah candi peninggalan Hindu terbesar di Indonesia. Kompleks candi ini terletak di Provinsi Jawa Tengah, meliputi daerah Klaten, dan Provinsi DIY, meliputi Kabupaten Sleman.

Para ahli mengatakan bahwa Candi Prambanan dibangun pada pertengahan abad kesembilan saat Raja Balitung Maha Sambu dari Wangsa Sanjaya berkuasa.

Wisata andalan DIY ini terdiri dari ratusan candi. Legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso semakin membuat candi ini terkenal di kalangan pemburu budaya. Untuk menarik wisatawan, sendratari Ramayana diadakan secara berkala di pelataran Candi Prambanan.

  1. Jalan Malioboro

Kawasan wisata belanja Malioboro di dekat Stasiun Tugu Jogja adalah surga belanja bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Salah satu wisata andalan DIY ini mulai ramai sejak Keraton Yogyakarta berdiri.

Sepanjang jalan ini kemudian dijadikan tempat melaksanakan transaksi jual beli. Sebelumnya, kegiatan ekonomi hanya dilaksanakan di Pasar Beringharjo.

Saat ini, Jalan Malioboro dipadati penjual suvenir, barang antik, jajanan tradisional, dan pengamen jalanan. Semua produk di Malioboro dijual murah dan bahkan bisa ditawar.

Orang-orang yang pernah berkunjung ke Jogja untuk berwisata sebagian besar pasti pernah menjadikan Malioboro sebagai tujuan wisata mereka. Destinasi wisata belanja Malioboro selalu ramai dikunjungi setiap saat.

  1. Pantai Baron

Pantai Baron adalah sebuah pantai yang terletak di Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul. Pantai ini ikonik dengan mercusuar tinggi di pesisir pantai.

Legenda Pantai Baron berkisah tentang Baron Sekeber, seorang tokoh ketoprak yang mempunyai ilmu kesaktian tinggi.

Warga memercayai bahwa nama Baron berasal dari nama tokoh tersebut. Uniknya, nama yang ora njawani itu diperkirakan juga berasal dari banyaknya orang nonpribumi yang mendiami lokasi itu.

Aktivitas berenang sangat dilarang di Pantai Baron. Ombak pantai begitu berbahaya, bisa menyeret orang ke tengah lautan dengan instan. Jika ingin menjelajahi daerah air di Pantai Baron, ada kapal yang bisa disewa.

Namun, sebagian besar wisatawan Pantai Baron tertarik dengan mercusuar yang berada di atas karang. Mercusuar putih setinggi 40 meter tersebut dibuka untuk umum pada Desember 2014. Pemandangan laut dan pantai di atas mercusuar setinggi delapan lantai ini tak terlupakan.

  1. Museum Sisa Hartaku

Segala macam bencana alam pasti meninggalkan memori kengerian akan dahsyatnya kekuatan alam untuk merusak apa saja di sekitarnya. Tak terkecuali dengan bencana alam meletusnya Gunung merapi pada Jumat, 5 November 2010. Sebuah museum didirikan demi mendokumentasikan memori kelam tersebut.

Museum Sisa Hartaku didirikan di atas puing-puing bekas rumah Riyanto dan keluarga. Lokasinya berada di Petung, Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, DIY. Rumah milik pasangan Kimin dan Wati itu hangus dilalap awan panas Merapi saat kejadian.

Museum tersebut menyimpan segala sesuatu yang terlalap awan panas Merapi. Ada rangka motor, kerangka sapi utuh, mesin jahit, pakaian, tas, gamelan, televisi, berkas-berkas, komputer, dan jam dinding. Waktu awan panas menerjang rumah Pak Riyanto ditunjukkan dengan jam dinding, pukul 00.05 WIB. Jam dinding tersebut telah rusak karena jarum penunjuknya meleleh. Namun, kenangan yang ditimbulkan dari waktu rusaknya jam tetap ingin dilestarikan.

  1. Kaliurang

Taman Rekreasi Kaliurang di Desa Hargobinangun, Pakem, Sleman, telah terkenal sebagai tempat peristirahatan dengan pemandangan yang ciamik. Dari sini, wisatawan bisa melihat Gunung Merapi dengan sangat jelas.

Dengan luas sekitar 10.000 meter persegi, Taman Rekreasi Kaliurang menyajikan wisata yang diminati anak-anak dan orang dewasa. Penginapan, Wisma Kaliurang, Museum Ullen Sentalu, Taman Wisata Plawangan Turgo, dan Pesanggrahan Dalem Ngeksigondo terletak di wilayah Kaliurang ini. Jangan pulang dengan tangan hampa karena oleh-oleh buah-buahan lokal serta makanan tradisional wajib jadi salah satu agenda liburan.

Perlu jasa sewa mobil murah? DOcar siap membantu Anda memilih mobil dengan mudah dan tepat. Unduh aplikasi sewa mobil Solo Jogja Semarang DOcar di GooglePlay. GRATIS!

Ambarrukmo Plaza, Mal Mewah dengan Arsitektur Perpaduan Jawa Klasik dan Modern

Plaza Ambarrukmo (foto: royalambarrukmo)

Plaza Ambarrukmo (foto: royalambarrukmo)

Pusat perbelanjaan yang akan dibahas kali ini terletak di Jalan Laksda Adisucipto, Caturtunggal, Depok, Sleman, DIY. Dibuka tahun 2006, Ambarrukmo Plaza terkenal sebagai pusat perbelanjaan keluarga yang berlokasi strategis dengan arsitektur perpaduan antara budaya Jawa klasik dan budaya modern yang mewah. Plaza Ambarrukmo dapat ditempuh dalam waktu hanya 10 menit dari Bandara Internasional Adisucipto. Tempatnya juga mudah dijangkau dengan transportasi publik karena terdapat halte Bus Rapid Transit (BRT) di depan mal.

Plaza Ambarrukmo, sering disebut Amplaz, terdiri dari tujuh lantai dengan luas total 120.000 meter persegi. Mal ini dibagi menjadi dua yakni tempat area perbelanjaan dan tempat parkir. Area retail yang disediakan luasnya 45.000 meter persegi.

Saat ini, sebanyak 230 tenant terisi. Anchor tenant alias penyewa utama Amplaz adalah Centro Lifestyle Department Store, Carrefour, ACE Hardware, Informa, Timezone, Toko Buku Gramedia, Cinema XXI dan The Premiere, serta Tamansari Food Court. Phone Market Ambarrukmo (PMA) merupakan wilayah yang diperuntukkan bagi penjual ponsel. Sementara tempat parkirnya dapat menampung 1.400 sepeda motor dan 1.000 mobil.

Menurut pendapat pengunjung, mereka rata-rata sepakat bahwa Amplaz adalah mal besar yang lokasinya strategis. Mereka juga menyoroti fasilitas Amplaz yang menyasar kalangan kelas menengah ke atas. Mal ini cocok untuk keluarga karena dilengkapi area permainan, area makan, dan area belanja kebutuhan rumah tangga.

Beberapa orang bahkan berpendapat bahwa Amplaz adalah one stop shopping mall karena lengkapnya fasilitas yang disediakan pengelola mal. Fasilitas akomodasi yaitu Hotel Ambarrukmo tersedia. Akses langsung hotel dari mal adalah nilai plus dari Hotel Ambarrukmo.

Amplaz adalah trendsetter pusat perbelanjaan modern yang tidak meninggalkan ketradisionalan budaya Jawa. Mal ini memang pantas menyandang predikat sebagai mal paling berpengaruh di DIY dan Jawa Tengah.

The Ambarrukmo kini menjadi tujuan wisata terpadu yang diresmikan oleh Sultan Hamengku Buwono X tanggal 28 Mei 2013. The Ambarrukmo mengusung tagline Eat, Pray, and Love di Jogja. The Ambarrukmo terdiri dari Ambarrukmo Plaza sebagai tujuan wisata belanja dan kuliner, Royal Ambarrukmo Yogyakarta Hotel sebagai fasilitas akomodasi yang menyediakan layanan kelas satu, serta Museum Ambarrukmo sebagai tempat dokumentasi budaya.

Malioboro Mal, Pilihan Wisata Belanja Modern di Kota Jogja

Mal Malioboro (Instagram: @remondjr)

Mal Malioboro (Instagram: @remondjr)

Jalan Malioboro adalah lokasi wisata perbelanjaan di Kota Yogyakarta yang memiliki sejarah panjang sejak jaman penjajahan Belanda. Meskipun telah mengalami modernisasi di sana sini, kawasan Malioboro masih tetap nguri-uri budaya dengan masih adanya pelbagai peninggalan bersejarah baik berbentuk bangunan, makanan tradisional, dan produk sandang tradisional.

Akan tetapi, tak bisa dimungkiri bila pengaruh budaya modern yang masuk memberikan warna baru di Jalan Malioboro itu. Warga Jogja mencatat bahwa Malioboro Mall, sebuah mal yang terletak di Jalan Malioboro No. 52-58 itu sebagai mal pertama di Jogja. Mal ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Jogja dan luar Jogja serta pelancong yang mengunjungi kawasan Malioboro.

Karena merupakan tempat jual beli barang modern, harga yang dipatok di Mal Malioboro adalah harga pas. Tidak ada proses tawar-menawar barang di mal.

Berdiri tanggal 27 November 1993, Mal Malioboro memberikan akses kepada warga Jogja dan sekitarnya fasilitas supermarket, pusat suvenir, toko buku, pusat olahraga, pusat kuliner, pusat fesyen, dan lain sebagainya. Bangunan enam lantai itu disewa oleh ratusan tenant. Penyewa utama Mal Malioboro adalah Matahari Department Store, Hero Supermarket, Gramedia Book Store, Mc Donalds, Fun World, dan Food Point.

Malioboro Mall dapat ditempuh dalam waktu 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Tugu. Mal ini terletak di sisi barat Jalan Malioboro.

Mal Malioboro menawarkan akomodasi berupa hotel bintang tiga. Sebenarnya, hotel bintang tiga yang dimaksud adalah Hotel Ibis Jogja. Meskipun tidak satu atap dengan mal, hotel ini dapat diakses melalui pintu khusus yang disediakan pengelola mal di tembok pembatas sebelah timur mal. Hotel Ibis Jogja menyediakan 148 kamar dengan fasilitas komplit seperti kolam renang luar ruangan, tempat fitness, sauna, dan restoran cepat saji.

Mal Malioboro buka tiap Senin-Jumat pukul 09.30 sampai dengan 21.00 WIB. Hari Sabtu, mal buka pukul 09.30 hingga 21.30 WIB. Fasilitas umum yang tersedia adalah telepon umum, mushola, toilet, ATM Centre, dan keamanan 24 jam. Seiring dengan berkembangnya teknologi, mulai tahun 2007, Mal Malioboro menyediakan Wi-Fi gratis bagi pengunjung.

Lokasi belanja modern lainnya yang berada di Kota Jogja adalah Galeria Mall, Jogjatronik, Ambarrukmo Plaza, Jogja City Mall, Lippo Plaza Yogya (dahulu bernama Sapphire Square), Hartono Mall, Malioboro City, dan Sahid J-Walk Mall. Banyaknya pilihan wisata belanja ini semakin menyemarakkan kehidupan urban masyarakat Jogja.

Paket Sewa mobil solo : 5 Tempat Wisata Solo yang Cocok untuk Berakhir Pekan

Kebun Teh Kemuning (Instagram: @nafiahlathif)

Kebun Teh Kemuning (Instagram: @nafiahlathif)

Paket Sewa mobil solo memudahkan anda untuk berwisata di Solo. Surakarta atau Solo adalah sebuah kota kecil di Provinsi Jawa Tengah yang terus berkembang dari kota budaya menuju ke kota modern. Pariwisata budaya adalah aset kuat penyumbang devisa ekonomi Kota Solo. Orang-orang dari luar daerah sering liburan ke Solo karena lokasinya yang mudah dikunjungi (kondisi geografisnya sebagian besar berupa dataran rendah) dan biaya hidup yang murah. Maka dari itu, setiap akhir pekan, Solo lebih ramai daripada hari biasa.

Berikut ini daftar 5 tempat wisata Solo rekomendasi sewa mobil solo yang cocok untuk berakhir pekan:

  1. Taman Kota Klaten

Pemerintah Kabupaten Klaten melakukan langkah serius untuk membuat taman-taman kota multifungsi. Keindahan taman kota bisa dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi warga kota yang terkadang hanya mempunyai sedikit waktu luang di akhir pekan. Sementara hijaunya daun dan produksi oksigen yang dihasilkan dari taman ini bisa dijadikan paru-paru kota yang makin lama makin akrab dengan asap kendaraan.

Taman kota di Klaten ada di beberapa tempat dengan keunikan masing-masing. Mereka adalah Taman Hutan Kota Gergunung, dan Taman Stadion Trikoyo, Taman Kota Klaten, Taman Lampion, dan Taman Hutan Kota Sungkur.

  1. Museum Radyapustaka (Surakarta)

Tempat wisata museum Radyapustaka berada di jalan protokol Solo yakni Jalan Slamet Riyadi. Museum ini dibangun pada tanggal 28 Oktober 1890 dan ditahbiskan sebagai museum tertua di Indonesia. Pemrakarsanya dalah Kanjeng Adipati Sosroningrat IV.

Museum Radyapustaka menyimpan buku-buku, arsip, peninggalan berupa patung, arca batu dan perunggu, benda pusaka, senjata tradisional, dan peralatan rumah tangga peninggalan tokoh penting di Indonesia.

Museum Radyapustaka terbagi atas 11 ruangan sesuai dengan jenis benda bersejarah yang disimpan di ruangan tersebut. Kesebelas ruangan itu dinamakan Ruang Perpustakaan, Ruang Perunggu, Ruang Rajamala, Ruang Tosan Aji, Ruang Wayang, Ruang Arca Batu, Ruang Ethnografika, Ruang Keramik, Ruang Memorial, Ruang Miniatur, dan Ruang Numismatika.

  1. Waduk Cengklik (Boyolali)

Bendungan di Boyolali ini tidak hanya berfungsi sebagai sumber irigasi saja tetapi juga menyimpan potensi pariwisata. Lokasi Waduk Cengklik dinilai sangat pas.

Sunset alias matahari terbenam di waduk seluas 300 hektare sangat indah sehingga sering diburu pencinta fotografi pemandangan alam. Jika cuaca mendukung, petang hari pemandangan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu dari kejauhan bisa terlihat jelas.

Aktivitas jelajah waduk bisa dilakukan dengan menyewa perahu atau jetski. Banyak pencinta olahraga memancing menjadikan Waduk Cengklik sebagai spot mancing mereka. Bagi pencinta kuliner, memesan pecel lele dan wader goreng sudah pasti masuk agenda liburan.

  1. Kebun Teh Kemuning (Karanganyar)

Agrowisata Kebun Teh Kemuning merupakan pilihan populer untuk wisata akhir pekan. Suhu sejuk sekitar 20 derajat Celsius membuat liburan di Kemuning solusi tepat mengurangi rasa kegerahan selama di kota.

Kebun teh seluas 392 hektare itu terletak di Desa Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Lahan seluas 46 hektare digunakan untuk kebun bibit dan pabrik teh.

Wisata “tea walk” yang terkenal itu melibatkan pengunjung melihat-lihat kebun teh secara terbuka. Jika beruntung, pengunjung bisa melihat para pemetik daun teh melakukan aktivitas mereka sehari-hari.

Pabrik teh P.T. Rumpun Sari Kemuning masih menggunakan mesin pembuat teh peninggalan Belanda untuk memproses daun teh mereka. Proses pembuatan teh bisa disaksikan secara terbuka di sini.

Kemuning juga terkenal dengan wisata kuliner minum teh di rumah teh Ndoro Donker. Rumah teh yang dulunya milik juragan Belanda ini menyediakan teh dari berbagai negara.

  1. Alas Karet Polokarto (Sukoharjo)

Alas Karet Polokarto, sering disingkat “Alaska”, adalah sebuah lahan perkebunan karet milik PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero). Tempat ini semakin terkenal sejak beberapa foto yang menunjukkan keindahan hutan karet itu beredar di dunia maya.

Berbagai aktivitas fotografi seperti selfie, groufie, pre-wedding photo session, memorial book photo session, family photo session termasuk yang paling digandrungi pengunjung. Kebanyakan pengunjung menilai Alaska adalah tempat yang sejuk, asri, keren, dan sepi sehingga cocok untuk foto-foto.

Untuk menyaksikan pekerja menyadap karet, pengunjung disarankan datang pukul 04.00 WIB. Karet harus disadap pagi-pagi untuk mendapatkan kualitas baik.

Jika Anda memerlukan jasa sewa mobil murah, tanpa ribet, dan terpercaya, manfaatkan jasa sewa mobil Solo Jogja Semarang DOcar dengan cara mengunduh aplikasi DOcar di GooglePlay GRATIS!

Malioboro, Daerah Pusat Perbelanjaan Terpenting di Yogyakarta

Jalan Malioboro (Instagram: @rhezatri)

Jalan Malioboro (Instagram: @rhezatri)

Malioboro merupakan nama sebuah jalan utama di Yogyakarta. Nama ini berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti “buket bunga”. Jalan Malioboro menjadi ikon sekaligus surga belanja yang terletak di tengah kota Jogja.

Sebelum menjelma menjadi pusat keramaian, Malioboro adalah sebuah jalan yang sepi. Di kanan kiri jalan, ditumbuhi pohon asem. Jalan Malioboro dulunya hanya dilalui oleh orang-orang yang hendak ke Keraton Yogyakarta atau ke Benteng Vredenburg, Gedung Agung, Loji Kebon, dan Loji Setan. Namun, kehadiran Pasar Beringharjo di sisi selatan jalan dan Kampung Pecinan Ketandan membuat Jalan Malioboro lambat laun menjadi jalan penting untuk kehidupan perekonomian rakyat.

Orang-orang Tionghoa menjadikan Jalan Malioboro sebagai kanal bisnis mereka. Segala bentuk kegiatan ekonomi yang tadinya hanya berpusat di Pasar Beringharjo dan Pecinan kemudian meluas ke utara Stasiun Tugu.

Kini, Jalan Malioboro dijadikan destinasi utama para turis berburu suvenir. Barang-barang yang dijajakn sepanjang jalan berupa suvenir-suvenir unik, batik, peralatan rumah tangga dari emas dan batu permata, serta aksesori cantik lainnya.

Selain suvenir, pengunjung bisa mencicipi beragam makanan tradisional yang dijajakan oleh pedagang kaki lima. Pedagang lainnya menjual suvenir dari rotan, perak, dan bambu. Wisatawan juga bisa membeli blangkon, miniatur kendaraan, wayang kulit, dll. Semua barang yang dijual di Malioboro dapat ditawar sehingga tidak heran harga produk-produknya murah-murah.

Malioboro juga merupakan persimpangan yang menghubungkan antara Pantai Parangtritis, Panggung Krapyak, Tugu, Keraton Jogja, dan Gunung Merapi. Pada waktu-waktu tertentu, karnaval dan event budaya sering diadakan di Jalan Malioboro. Festival yang mempunyai agenda tahunan antara lain Minggu Budaya Tiongkok, Festival Seni Yogyakarta, dan pertunjukan seni. Di hari-hari biasa, banyak pengamen jalanan yang menunjukkan bakat-bakat mereka demi menghibur pengunjung sekaligus menjadi mata pencaharian.

Jalan Malioboro tidak pernah kehilangan karismanya. Semua orang yang pernah berkunjung ke Jogja utamanya Malioboro akan selalu kangen dengan suasana Jogja. Ini membuat destinasi wisata belanja Malioboro selalu ramai dari waktu ke waktu.

Desa Wisata Kasongan, Pusat Kerajinan Gerabah Ekspor

Gerabah Kasongan (Instagram: @andhikayogap)

Gerabah Kasongan (Instagram: @andhikayogap)

Kasongan adalah sebuah nama desa di Bantul, DIY. Desa Wisata Kasongan dikenal publik sebagai tempat tinggalnya pengrajin gerabah. Desa ini bisa ditempuh dengan jarak sekitar enam kilometer ke arah selatan dari Alun-alun Utara Yogyakarta. Letak administratif desa ini adalah di Pedukuhan Kajen, Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Jauh sebelum terkenal sebagai pusat kerajinan gerabah, Kasongan adalah tanah persawahan milik warga. Seekor kuda mati, diduga milik reserse Belanda, ditemukan di wilayah persawahan tersebu pada masa penjajahan Belanda. Warga yang ketakutan tidak ingin mengakui hak atas tanah tempat kuda mati tersebut. Penduduk sekitar yang mempunyai hak milik atas tanah persawahan juga ikut ketakutan menerima hukuman sehingga ramai-ramai melepaskan hak tanah.

Penduduk desa lain yang mengetahui kabar bahwa banyak tanah bebas di daerah itu segera mengakui tanah-tanah tak bertuan tersebut. Mereka lalu memutuskan untuk menjadi pengrajin keramik. Mulanya, mereka hanya membuat kerajinan sederhana dengan cara mengempal-ngempal tanah liat yang tidak pecah saat disatukan.

Para pengrajin di daerah tersebut disebut kundi, yaitu orang-orang yang membuat peralatan dapur dan hiasan. Sebelum memutuskan untuk mengkomersilkan buah karya mereka, mereka hanya membuat kerajinan untuk mainan anak-anak (celengan, katak mainan, dan mainan bunyi-bunyian) dan perabotan rumah tangga (kendil, dandang, kekep, kuali, dll.). Tradisi turun-temurun ini membuat daerah ini ditetapkan sebagai Desa Wisata Kasongan.

Seniman besar dari Jogja, Sapto Hudoyo, membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan cara mengajari penduduk untuk membuat produk gerabah yang komersil. Penambahan nilai ekonomi pada gerabah ini membuat satu produk gerabah kini mempunyai nilai jual tinggi. Kemajuan pesat Desa Kasongan pada tahun 1972 membuat Sahid Keramik mengkomersilkan Keramik Kasongan dalam skala besar tahun 1980-an.

Gerabah-gerabah yang diproduksi oleh pengrajin Kasongan biasanya berupa guci dengan motif burung merak, bunga mawar, dan naga. Lalu, ada pot tanaman dengan berbagai ukuran, vas, suvenir, pigura, mebel, kendi, anglo, cobek, patung, hiasan dinding. Semua produk dijual dengan harga bervariasi sesuai dengan tingkat kesulitan pembuatan dan besar kecilnya ukuran produk. Semua produk dipamerkan di galeri-galeri masing-masing.

Yang menjadi primadona produk gerabah Kasongan adalah patung pengantin Loro Blonyo. Sepasang patung dengan pose duduk sopan ini pertama kali dibuat oleh sanggar Loro Blonyo milik Pak Walujo. Patung ini dibuat setelah terinspirasi dari sepasang patung pengantin milik Keraton Yogyakarta. Dalam bahasa Jawa, Loro berarti “dua” dan Blonyo berarti “dirias melalui proses pemandian”. Akan tetapi, para pengrajin hingga saat ini belum mengetahui makna sebenarnya di balik nama Loro Blonyo tersebut.

Patung Loro Blonyo dipercaya mendatangkan keberuntungan dan melanggengkan kehidupan rumah tangga jika ditaruh di dalam rumah. Mitos ini sedikit banyak membantu penjualan patung keramik ini. Seiring dengan perkembangan jaman, patung Loro Blonyo tidak hanya mengenakan pakaian pakem Jawa tetapi juga pakaian penari, peragawati, penari gitar, dan pakaian adat luar daerah (terutama Bali dan Thailand).

Kini, tidak hanya kerajinan gerabah yang dibuat tetapi juga kerajinan dari bambu serta daun pisang. Gerabah Kasongan telah diekspor ke negara-negara di Benua Amerika dan Benua Eropa sebab berkualitas baik.

Desa Wisata Kasongan menawarkan kesempatan kepada wisatawan untuk melihat lokasi workshop. Di sini, wisatawan bisa melihat secara langsung bagaimana proses pengerjaan kerajinan gerabah. Jika beruntung, pengunjung bisa mencoba membuat kerajinan dengan supervisi sang pengrajin.

Pasar Klithikan Pakuncen, Tempat Kumpul Pedangan Barang Antik dan Bekas

Pasar Klithikan Pakuncen (Instagram: @masfajarprasetyo)

Pasar Klithikan Pakuncen (Instagram: @masfajarprasetyo)

Pasar Klithikan Pakuncen adalah hasil relokasi pedagang barang-barang bekas di Jalan Asemgede, Jalan Mangkubumi, dan Alun-alun Kidul Keraton Yogyakarta. Pedagang kaki lima di tiga jalan tersebut menggelar dagangan di trotoar dan pinggiran jalan sehingga mengganggu pemakai jalan lainnya. Maka dari itu, Pemerintah Kota Yogyakarta membuatkan sebuah pasar dan memindahkan mereka ke daerah Kuncen, Wirobrajan, Yogayakarta tepatnya di Jalan HOS Cokroaminoto No. 34 sejak 11 November 2007.

Klithikan adalah sebuah istilah dalam bahasa Jawa untuk menyebut barang bekas. Sebutan ini muncul karena onderdil kendaraan bekas yang biasanya mengandung material besi jika dilemparkan akan menciptakan suara klithik-klithik.

Istilah tersebut ternyata juga diperkirakan tercipta dari kata lainnya yaitu klithih. Kata klithih oleh masyarakat Jogja diartikan sebagai aktivitas jalan-jalan santai tetapi dengan pandangan mata awas untuk memperhatikan barang-barang orang lain yang bisa dicuri. Maka dari itu, terdapat stigma negatif bahwa barang yang diperjualbelikan di klithikan adalah barang bekas orang lain yang diambil dengan cara tidak jujur.

Lokasi Pasar Klithikan Pakuncen mudah dijangkau baik dengan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi. Barang-barang yang ditawarkan di tempat tersebut ditawarkan dengan harga sangat miring, asalkan bisa memilih yang tepat dan menawar dengan baik. Jika barang baru yang dicari, tidak perlu kecil hati karena ada beberapa kios yang menawarkan ragam barang anyar gres seperti baju, sepatu, ponsel, kamera, hingga onderdil sepeda dan motor.

Pelapak barang bekas baru mulai beroperasi pada sore hingga malam hari sehingga pagi hari biasanya hanya digunakan untuk pelapak barang baru. Namun, ada pula pedagang barang bekas yang telah menjual dagangannya sejak pukul 10 pagi meskipun jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Banyak orang menyarankan untuk pergi ke Pasar Klithikan Pakuncen jika mencari onderdil/suku cadang motor dan mobil. Dengan sedikit keberuntungan dan skil menawar, pembeli bisa mendapatkan barang dengan harga murah berkualitas baik.

Sekadar tips untuk berbelanja di klithikan, persiapkan daftar belanjaan agar menghemat waktu mencari barang dan tetap fokus berbelanja. Jangan ragu untuk menawar hingga 40% dari harga yang diberikan penjual dan jangan malas untuk membandingkan harga barang di beberapa penjual.

Jika sudah cocok, pembeli bisa langsung melakukan transaksi jual beli. Untuk amannya, disarankan meminta kuitansi supaya bisa diganti atau dikembalikan jika terjadi kerusakan.

Pasar klithikan di daerah Kuncen ini sering dikunjungi mahasiswa Jogja yang membutuhkan barang dengan harga miring. Ada pula tengkulak onderdil dari luar kota yang memborong barang untuk dijual kembali. Para kolektor menjadikan Pasar Klithikan Pakuncen tempat berburu barang antik, unik, bahkan aneh. Sebagai tambahan informasi, barang-barang yang dijual di Pasar Klithikan Pakuncen ini ada yang dipasok dari Pasar Loak Senthir yang berada di parkiran Pasar Beringharjo.

Candi Ijo, Candi Gagah Berhiaskan Relief Naga

Candi Ijo (Instagram: @mels_tour)

Candi Ijo (Instagram: @mels_tour)

Candi Ijo adalah sebuah kompleks candi yang berada di sebelah selatan Candi Ratu Boko. Secara administratif, Candi Ijo berkedudukan di Dukuh Groyokan, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Letak candi ini cukup tersembunyi, jauh dari keramaian kota.

Kompleks Candi Ijo tercatat mempunyai luas sekitar 0,8 hektare. Namun, luas ini diperkirakan masih akan bertambah. Penduduk yang menambang daerah lereng sebelah timur dan sebelah utara candi sering menemukan artefak yang ada kaitannya dengan candi. Akan tetapi, hingga saat ini, pemerintah baru membebaskan lahan 0,8 hektare.

Menurut para ahli, Candi Ijo dibangun sekitar abad kesepuluh hingga abad kesebelas. Kompleks candi terdiri dari candi induk, candi pengapit, dan candi perwara.

Pemugaran candi induk mengungkapkan bahwa candi induk tersebut menghadap ke barat. Tiga candi yang lebih kecil ukurannya berada di depan candi induk. Tiga candi tersebut diperkirakan merupakan lambang Trimurti (Brahma, Wisnu, Siwa) dan digunakan untuk memuja tiga dewa tersebut.

Bangunan induk candi beralas segi empat itu mempunyai hiasan naga yang cukup unik di bagian pintunya. Sepasang naga membingkai ambang pintu. Para naga tersebut membelakangi ambang pintu dengan mulut menganga lebar. Di setiap mulut naga, terdapat burung kakaktua kecil.

Hiasan unik lainnya terdapat di atas ambang pintu. Di situ, ada hiasan Kala yang tidak mempunyai rahang bawah. Karakteristik yang demikian kerapkali ditemukan di candi-candi di Jawa Tengah dan DIY. Kepala Kala dengan posisi bersuusn juga muncul di ambang dua jendela palsu.

Tinggi alas Candi Ijo adalah sekitar 120 sentimeter. Untuk mencapai bagian pintu,ada anak tangga yang dapat didaki. Anak tangga tersebut berhiaskan sepasang makara di kanan-kirinya. Makara tersebut mulutnya menganga dan menjulur ke bawah. Dari dalam mulut keduanya, muncul juga kakaktua. Burung kakaktua yang dimaksud dua-duanya membawa bulir padi di paruhnya.

Candi Ijo mempunyai banyak sekali jendela-jendela palsu. Setiap ambang jendela dihiasi sepasang naga dan kepala Kala, sama seperti hiasan yang ada di ambang pintu.

Di dalam bilik Candi Ijo, terdapat lingga. Alat pemujaan para pemeluk agama Hindu itu disangga makhluk yang menyerupai ular berkepala kura-kura. Makhluk mitos Hindu tersebut melambangkan penyangga bumi. Makna secara keseluruhan menyebutkan bahwa pusat candi adalah garis sumbu bumi. Lingga dan yoni yang disatukan melambangkan kesatuan Trimurti. Namun, lingga yang seharusnya menancap pada yoni sudah tidak berada di tempatnya.

Secara fisik bangunan, Candi Ijo mempunyai atap bertingkat-tingkat. Semakin ke atas, atap semakin mengecil. Deretan tiga buah stupa di setiap sisi berada di masing-masing tingkat. Puncak atapnya dihiasi oleh satu stupa berukuran besar.

Di batas-batas antara atap dan dinding tubuh candi,  ada pahatan dengan pola sulur-suluran dan raksasa kerdil. Dua pola itu tadi muncul berselang-seling. Tampaknya, Candi Ijo memang ingin menonjolkan relief naga dan Kala. Di tepi lapisan atap tersebut, ada bingkai-bingkai berpola Kala yang menghiasi. Arca setengah badan dari Trimurti dengan berbagai posisi tangan juga menghiasi bingkai tersebut.